GET FEATURED

HEADLINE

MIL THE SERIES

YOUR PHOTOS AND ARTICLE

2.18.2015

Mangrove Centre Tuban, Yayasan Berwawasan Lingkungan


Jenis mangrove Avicennia marina yang baru saja ditanam.

MANGROVEMAGZ. Cuaca cerah, suara anak-anak sekolah melakukan kegiatan berkemah di sela rerimbunan pepohonan, sebagian lagi bermain pasir, mewujudkan imajinasi dengan membangun bangun-bangunan di hamparan pasir. Begitupun suasananya yang teduh dan asri seakan mengawal pendatang memasuki Mangrove Centre Tuban (MCT). Tak salah jika banyak wisatawan dari berbagai kota datang berkunjung, selain karena tidak ada pungutan biaya untuk tiket masuk, tak sedikit juga beberapa sekolah memilih untuk berkegiatan lapang di lokasi ini.

Ada deretan pohon Api-api (Avicennia marina), Cemara Laut, Waru dan sebagainya di sekitar pantai, sehingga terlihat hijau dan sejuk. Tentu, ini akan memanjakan setiap mata yang memandang.

Selain sejuk dipenuhi berbagai macam jenis pepohonan, tempat ini juga memiliki berbagai macam fasilitas buat pendidikan lingkungan. Ada taman baca, laboratorium alam, balai workshop, balai pertemuan, green house, lokasi pembibitan, tak lupa juga ada pos pelayanan kesehatan.


Menghias karya dengan daun Cemara Laut.

Jika tertarik, semua sarana dan prasarana bisa dimanfaatkan, termasuk untuk mengadakan pelatihan atau pendidikan lingkungan.


Persemaian mangrove jenis Avicennia marina.

Sejarah singkat berdirinya MCT, berawal dari keresahan Ali Mansur, selaku ketua yayasan, melihat pesisir pantai Tuban mulai tahun 1970 terkikis abrasi. Sedikit demi sedikit air laut mendekat ke desa, sampai pada akhirnya 1974 rob besar menghantam desanya.


Sebagian lagi bermain pasir di MCT, mewujudkan imajinasi dengan membangun bangun-bangunan di hamparan pasir.

Jarak rumah yang sekitar 300 meter ke pantai hanya tinggal beberapa meter saja. Kejadian itu menggugah kesadaran Ali Mansur menapaktilasi jejak banjir dengan menanami mangrove.


Sejumlah pelajar bermain diantara pohon mangrove, sayang masih belum ada penanganan masalah sampah di MCT.

Tidak berhenti disitu, Ali Mansur juga berusaha membentuk organisasi baru berbentuk Kelompok Tani Wana Bahari pada tahun 1997. Pada tahun 2000, organisasi ini berkembang menjadi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Komunikasi Lingkungan Pesisir Pantai Tuban, dan 2005 organisasi berkembang menjadi Yayasan MCT.


Sejumlah wisatawan baru datang di MCT.

Karena tempatnya strategis, tempat ini sering sekali digunakan untuk outbond, berkemah maupun penelitian. Ada anak Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pendidikan (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga mahasiswa belajar di sini. Mereka datang dari dalam maupun luar kota.

Menariknya lagi, di MCT juga ada sebuah kebun binatang mini dengan koleksi satwanya yang terdiri dari ular phyton, merak, monyet, kalkun, ayam mutiara, burung jalak dan lainnya.


Suasana perkemahan di bawah rimbun pohon Cemara Laut.

MCT secara administratif, kawasan ini berada di Desa Jenu, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Untuk berkunjung ke tempat ini, medannya tidak sulit, aksesnya mudah dijangkau. Tidak jauh dari jalan raya Pantura, Jl. Raya Tuban – Semarang KM 9, jadi mobil maupun bus bisa masuk. Apabila menempuh perjalanan dari arah barat, maka pintu gerbang wisata ini berada di sisi jalan sebelah kiri.


Tempat budidaya kepiting dengan berderet di sepanjang pohon Api-api (Avicennia marina).

MCT merupakan satu-satunya yayasan di bidang pendidikan lingkungan di Tuban. Tujuannya untuk menciptakan kehidupan masyarakat berwawasan lingkungan. MCT cukup memberikan angin segar bagi pemerintahan Tuban, sebab dibalik pembangunan pabrik-pabrik, masih ada masyarakat yang peduli terhadap lingkungan. (Falahi Mubarok).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

EVENT TERBARU