3.29.2026

Kampanyekan Pemulihan Ekosistem Mangrove, Inilah Makna Single Terbaru KeSEMaTUSTIK Berjudul “Pulihkan”

MANGROVEMAGZ. KeSEMaTUSTIK kembali menghadirkan karya seni musik yang tidak hanya merdu untuk didengar tetapi mengandung makna yang sangat mendalam. Melalui single terbaru tersebut, KeSEMaTUSTIK berupaya mengampanyekan dan mengajak para pendengar untuk menjaga lingkungan dan ekosistem khususnya ekosistem pesisir. Hal ini dituangkan dengan penuh makna pada single terbarunya berjudul “Pulihkan”. 

KeSEMaTUSTIK adalah komunitas band yang dibentuk oleh Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur (KeSEMaT), organisasi mahasiswa jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang yang menciptakan lagu-lagu khusus untuk kampanye pelestarian hutan mangrove. 

KeSEMaTUSTIK merupakan sebuah band yang memiliki genre musik pop akustik bernafaskan lingkungan pesisir, terutama mangrove. KeSEMaTUSTIK dibentuk untuk menyuarakan lagu-lagu berlirik mangrove yang sampai saat ini, belum pernah ada apalagi diperdengarkan ke dunia. 

Lagu "Pulihkan" merepresentasikan kegelisahan sekaligus harapan. Kegelisahan terhadap kondisi mangrove yang terus mengalami degradasi akibat aktivitas manusia, seperti alih fungsi lahan, abrasi, hingga dampak perubahan iklim. Di sisi lain, “Pulihkan” juga membawa harapan bahwa pemulihan masih mungkin dilakukan, selama ada kesadaran dan keterlibatan bersama. 

Lirik lagu ini juga mencoba menghadirkan sudut pandang yang unik, yakni seolah-olah menjadi ekosistem mangrove itu sendiri yang merasakan luka akibat kerusakan. Mangrove digambarkan seperti “bersuara”, memohon untuk dijaga dan dipulihkan. Pendekatan ini membuat pendengar diajak ikut merasakan apa yang dialami oleh mangrove, sehingga pesan yang disampaikan terasa lebih hidup, emosional, dan mendalam. 

Sdr. Agape L. Anthoni (Vokalis KeSEMaTUSTIK) menyampaikan bahwa lagu yang baru dirilis ini dibuat untuk mengampanyekan mengenai pentingnya ekosistem mangrove bagi wilayah pesisir. Kerusakan yang terjadi hari ini harapannya dapat dipulihkan menjadi ekosistem mangrove yang memberikan manfaat seperti semestinya. 

“Lagu ini sarat akan makna yang mendalam dengan mencoba merambah sudut pandang yang unik di mana dalam lirik-liriknya pendengar diajak untuk menjadi mangrove itu sendiri. Semoga dengan lagu yang baru ini KeSEMaTUSTIK dapat mengampanyekan mengenai pentingnya lingkungan khususnya ekosistem pesisir,” jelas Agape. “Lebih lanjut semoga pendengar dapat menikmati lagu yang kami persembahkan ini sekaligus menyadari mengenai pentingnya lingkungan bagi kehidupan dan aktivitas kita,” pungkasnya. 

Lebih jauh, kehadiran “Pulihkan” juga menjadi bagian dari gerakan nyata yang selama ini dilakukan oleh KeSEMaTUSTIK dalam mendukung pelestarian mangrove. Tidak hanya melalui musik, tetapi juga melalui aksi lapangan, edukasi, dan kampanye publik yang melibatkan berbagai pihak. 

Lagu ini menjadi pengingat bahwa menjaga mangrove adalah tanggung jawab bersama. Upaya rehabilitasi, konservasi, serta pemantauan kesehatan ekosistem secara berkala menjadi langkah penting untuk memastikan keberlanjutan fungsi mangrove bagi generasi mendatang. 

Pada akhirnya, “Pulihkan” bukan sekadar karya musik, tetapi sebuah seruan lembut yang mengajak kita semua untuk kembali peduli. Karena ketika mangrove pulih, maka kehidupan di pesisir pun akan ikut terjaga. (ADM). 

(Sumber foto: KeSEMaT).

https://www.youtube.com/watch?v=e2jX2WPX-Uk

No comments:

Post a Comment