5.07.2026

Kuntul Besar (Ardea alba): Burung Penghuni Ekosistem Mangrove yang Menawan

MANGROVEMAGZ. Ekosistem mangrove merupakan ekosistem penting yang salah satu manfaatnya sebagai habitat keanekaragaman hayati pesisir. Dengan adanya ekosistem mangrove di suatu lokasi, hadir pula berbagai flora dan fauna yang hadir baik untuk singgah maupun untuk tinggal. Salah satu penghuni ekosistem mangrove adalah berbagai jenis biota yang mencari makan, tinggal, bahkan berkembang biak di kawasan ekosistem mangrove. 

Sebagai informasi, ekosistem mangrove memiliki manfaat penting sebagai fungsi ekologis, yaitu ekosistem ini menjadi tempat berlangsungnya berbagai proses kehidupan suatu biota, seperti tempat perkembangbiakan (spawning ground), tempat asuhan dan perkembangan biota (nursery ground), tempat mencari makan (feeding ground), dan bahkan menjadi habitat bagi berbagai biota pesisir. 

Berbagai biota tersebut, dapat ditemukan dan kita lihat secara langsung ketika kita sedang berkunjung ke kawasan ekosistem mangrove, di antara ini biota yang akan sering ditemukan adalah ikan, udang, kepiting, siput dan kerang, reptil hingga burung sampai dengan kera. 

Salah satu yang paling saring kita temukan adalah biota pesisir berupa beberapa jenis burung dan jenis burung yang dapat kita temukan adalah Kuntul Besar (Ardea alba), burung ini kerap ditemukan berada di dekat bahkan ada di dalam ekosistem mangrove. 

Burung ini sangat mencolok karena memiliki bentuk badan dan warna yang unik. Burung jenis kuntul memiliki warna putih bersih dan memiliki leher panjang yang menawan dengan bentuk badan yang ramping, yaitu bentuk kaki dan paruh yang terlihat ramping dan memanjang. Hal tersebut yang membuat burung ini memiliki keunikan dan akan lebih mudah untuk dikenali. 

Burung ini akan terlihat mencari makan di sekitar ekosistem mangrove. Makanan mereka adalah ikan dan udang yang relatif berukuran kecil di daerah substrat atau sedimen di sekitar mangrove. Burung jenis ini juga memiliki karakteristik habitat yang cenderung dekat dengan makanan mereka, yaitu perairan, maka ekosistem mangrove akan sangat sesuai untuk habitat burung ini. 

Selain itu, ekosistem mangrove merupakan tempat yang ideal karena memiliki susunan ranting dan daun yang cukup rapat yang cocok untuk Kuntul Besar membuat sarang dan berkembang biak di ekosistem ini karena merasa aman dan nyaman. 

Aktivitas dari burung Kuntul Besar sangat sering ditemukan oleh Tim Mangrove Tag ketika sedang melaksanakan kegiatan mangrovingnya, yaitu penanaman dan pemantauan mangrove. Hal ini menandakan bahwa lokasi ekosistem mangrove di tempat tersebut memiliki kesehatan yang baik sehingga ideal untuk sebagai tempat mencari makan dan tempat tinggal burung ini. 

Hal tersebut ditemukan di salah satu kawasan ekosistem mangrove di Desa Kaliwlingi, Brebes, di mana burung Kuntul Besar terlihat terbang dan mencari makan di sekitar ekosistem mangrove. Burung ini terlihat beraktivitas secara berkumpul atau berkoloni. 

Kemudian, di kawasan ekosistem mangrove di Pantai Baros, Yogyakarta juga banyak sekali ditemukan kawanan Burung Kuntul yang bersarang di kawasan tersebut yang membuat keanekaragaman hayati di pesisir Yogyakarta semakin kaya. 

Dari cerita di atas, menunjukkan bahwa ekosistem mangrove memiliki manfaat secara ekologis yang sangat besar sebagai salah satu tempat terpenting dalam fase kehidupan biota di pesisir. Apabila ekosistem mangrove hilang, otomatis biota di pesisir juga akan hilang. (ADM).

(Sumber foto: IKAMaT).

No comments:

Post a Comment